AS dan China Berdamai dari Perang Dagang, Rupiah Menguat

AS dan China mencapai kesepakatan 90 hari gencatan senjata dalam sengketa perdagangan. Kesepakatan antara kedua negara maju tersebut memberikan sentimen positif terhadap pergerakan sejumlah mata uang dunia, terutama Rupiah.

Indonesiainside.id, Jakarta; Hasil positif dari pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G-20 pada akhir pekan lalu membuat kurs rupiah menguat mendekati Rp 14.200-an/dolar AS. Dalam pertemuan itu, kedua negara adidaya mencapai kesepakatan 90 hari gencatan senjata dalam sengketa perdagangan.

Pernyataan tertulis Gedung Putih menyebutkan, AS batal menaikkan tarif bea masuk dari 10% menjadi 25% untuk impor produk-produk China senilai US$ 200 miliar. Sedianya kenaikan tarif ini berlaku mulai 1 Januari 2019. Sementara itu, China sepakat untuk lebih banyak membeli produk Negeri Adidaya mulai dari hasil agrikultur, energi, manufaktur, dan sebagainya.

Washington dan Beijing juga sepakat untuk bernegosiasi seputar transfer teknologi, hak atas kekayaan intelektual, hambatan non-tarif, pencurian siber, dan pertanian. Apabila tidak ada perkembangan yang memuaskan selama 90 hari, maka kedua pihak sepakat bea masuk bagi produk China ke AS akan naik dari 10% menjadi 25%.

“Ini adalah kesepakatan yang luar biasa. Apa yang saya lakukan adalah menunda (kenaikan) bea masuk dan China akan membuka diri. China akan membeli banyak produk pertanian dan lainnya. Ini akan memberikan dampak positif yang luar biasa,” papar Trump, seperti dikutip dari Reuters.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here