INDEF: Industri Dalam Negeri Terus Memburuk

Dokumentasi Indonesiainside.id

Kendati industrialisasi dan hilirisasi dapat meningkatkan produk domestik bruto (PDB), selama ini tidak ada langkah nyata dari pemerintahan di bawah Joko Widodo untuk mendorong hilirisasi industri di Indonesia.

Indonesiainside.id, Jakarta — Ekonom INDEF Abra Talattov menilai, pengakuan Presiden Jokowi bahwa pemerintah alpa terhadap industrialisasi dan hilirisasi membuktikan bahwa pemerintah belum mampu fokus dalam mewujudkan pembangunan berkualitas.

Pasalnya, sektor industri merupakan sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap PDB nasional serta termasuk sektor penyerap tenaga kerja. “Ironisnya, di tengah pembangunan infrastruktur yang masif, justru dalam empat tahun terakhir pertumbuhan sektor industri cenderung terus menurun dan bahkan pertumbuhannya selalu di bawah pertumbuhan ekonomi,” ujar Abra kepada Indonesiainside.id, saat dihubungi, Selasa (4/12).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mendorong para pelaku usaha untuk aktif menjalankan industrialisasi dan hilirisasi guna memacu perekonomian nasional. Upaya tersebut selain bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor, juga menjadi langkah dalam mengurangi defisit transaksi berjalan.

“Kuncinya memang kita tahu dari dulu, industrialisasi dan hilirisasi. Kita tahu itu, tapi eksekusi lapangannya yang tidak pernah kita kejar. Ini yang saya kejar terus,” ujar Presiden di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, Senin (3/12).

Lebih lanjut, Abra menjelaskan pada tahun 2014, pertumbuhan industri manufaktur sebesar 4,64% (pertumbuhan PDB 5,01%), tahun 2017 pertumbuhan industri manufaktur merosot menjadi 4,27%, begitupun sepanjang Q1-Q3 2018 yang hanya tumbuh 4,24%.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here