Pengusaha Pesimistis CAD Bisa Turun ke Level 2,5%

Dokumentasi Indonesiainside.id

Saat ini 70% bahan baku produksi industri masih diperoleh dari impor. Jika itu tidak diubah, sampai kapan pun defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia akan terus melebar.

Indonesiainside.id, JAKARTA; Kalangan pengusaha mengaku pesimistis terhadap defisit transaksi berjalan atau current account deficit/CAD Indonesia pada 2019, yang ditargetkan oleh Bank Indonesia dan pemerintah bisa turun ke level 2,5%. Padahal, tahun ini CAD terus melebar di atas tiga persen dari poduk domestik bruto (PDB).

“Jadi, kalau kita mau kembangkan industri, tetapi bahan bakunya masih terus impor 70%, gimana kita mau maju? Kan susah. Itu enggak akan bantu neraca transaksi berjalan kita, karena akhirnya kalau kita menggenjot ekspor, impornya harus dinaikkan juga. Jadi, kuncinya di situ,” kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani di Jakarta, Rabu (5/12).

Dia mengungkapkan, pesimisme itu akibat masih belum adanya industri bahan baku di Indonesia yang bisa memenuhi kebutuhan produksi industri dalam negeri yang berorientasi ekspor.

Dia pun menilai, selain karena industri bahan baku yang sangat tidak mampu untuk menyediakan kebutuhan produksi, harga bahan bakar yang terus dipertahankan pemerintah untuk tidak naik, juga menjadi salah satu pemicu dari rasa ketidakoptimisan tersebut.

“Kalau saya sih, bilang 2,5 persen sangat optimis ya buat saya. Selama kita tidak mau menaikkan harga bahan bakar akan sulit sekali untuk kita mencapai itu. Saya rasa, bagus ya pemerintah optimis, tetapi saya rasa akan berat, karena kita masih bergantung pada impor sangat besar,” tegas dia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here