Masalah Alih Fungsi Lahan Hambat Swasembada Pangan

Alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan. Foto: Istimewa

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai pemerintah perlu benar-benar mengatasi alih fungsi lahan guna meningkatkan produktivitas pertanian sehingga dapat mencapai swasembada pangan nasional.

Indonesiainside.id, JAKARTA; Menurut Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arief Nugraha, permasalahan alih fungsi lahan semakin menyulitkan tercapainya swasembada pangan.

“Pemerintah perlu fokus pada peningkatan produktivitas lahan untuk mengatasi alih fungsi yang sudah banyak terjadi,” kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arief Nugraha, di Jakarta, Jumat (7/12).

Dia menyatakan ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan, pertama adalah pemerintah harus memperhatikan ketersediaan akses irigasi sebagai sumber pengairan dari lahan-lahan pertanian. “Lahan yang memiliki akses irigasi, biasanya akan cenderung memiliki produktivitas yang lebih tinggi,” paparnya.

Sebelumnya, Kasubdit Pemantauan dan Evaluasi Tanah Pertanian Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Vevin S Ardiwijaya, mengatakan, setiap tahun area persawahan terus menyusut. Bahkan, diperkirakan tahun depan lahan sawah di Indonesia bisa berkurang lagi hingga 1,4 juta hektare.

“Ini saja yang dari hasil terbaru 2018 itu kan 7,1 juta hektare ya, dari citra satelit. Tapi ke depannya diprediksi bisa berkurang lagi sampai 20 persen (1,4 juta hektare),” ujar Vevin di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data yang dihimpun Indonesiainside.id, luas lahan sawah di Indonesia pada 2016 mencapai 8,19 juta hektar terdiri dari 4,78 juta ha merupakan sawah irigasi dan 3,4 juta ha non irigasi. Angka tersebut berkurang menjadi 7,1 juta ha pada 2017 hingga saat ini.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here