BPOM: Generasi Milenial Mudah Terpapar Kosmetik Ilegal

Foto : detikHealth

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan kosmetik ilegal yang diduga mengandung bahan berbahaya lebih banyak diperdagangkan secara dalam jaringan (online). Generasi milenial dinilai paling mudah terpapar kosmetik ilegal yang diperdagangkan secara online.

Indonesiainside.id, Jakarta — Hal itu terlihat dari penertiban yang dilakukan BPOM di Kepulauan Riau (Kepri). “Penertiban yang terbesar di Batam, kosmetik diperdagangkan secara ‘online’ ke seluruh Indonesia,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri, Yosef Dwi Irwan di Batam, Kamis.

Dalam penertiban di sebuah perumahan di Batam itu, BPOM mengamankan kosmetik ilegal senilai Rp1,4 miliar yang diperjualbelikan secara daring.

Berdasarkan survei, kata dia, kosmetik menjadi barang kedua yang paling dicari konsumen dalam perdagangan digital, setelah busana. Peluang itu yang dimanfaatkan orang tidak bertanggung jawab dengan menjual barang ilegal.

“Dengan mudahnya akses, maka ada ancaman terhadap peredaran kosmetik ilegal. Ini harus disikapi dengan bijak. Jangan sampai tergiur iklan yang menyesatkan,” kata dia.

Kosmetik ilegal yang tidak dilengkapi kode BPOM, berbahaya untuk digunakan, karena mengandung bahan-bahan terlarang, di antaranya merkuri dan logam berat.

“Bila dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker. kemudian ibu hamil yang menggunakan bisa mengakibatkan cacat janin,” kata dia.

Kebanyakan kosmetik ilegal berbahaya itu adalah cream pemutih wajah dan badan, bedak, lipstik, perona muka dan pinsil alis.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here