Lahan Pertanian Menyusut, Alih Fungsi Tak Terkendali

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi penurunan luas baku lahan pertanian di Indonesia menjadi 7,1 juta hektare pada 2018. Foto: Antara

Jumlah lahan pertanian di Kota Mataram dari tahun ke tahun terus menurun. Hal itu disebabkan tingginya aktivitas alih fungsi lahan. Aktivitas alih fungsi lahan hingga akhir tahun ini tercatat sekitar 41 hektare.

Indonesiainside.id, Jakarta — Dinas Pertanian Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan luas lahan pertanian saat ini menyusut dan tersisa sekitar 1.500 hektare akibat terjadinya alih fungsi. Angka itu dikutip dari data Badan Pertanahan Nasional (BPN) Agustus 2018.

“Data BPN ini lebih rendah dari data sisa lahan pertanian berdasarkan kelompok tani dan Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Jumat (14/12).

Ia mengatakan, berdasarkan data dari kelompok tani Mataram lahan pertanian di Kota Mataram saat ini tersisa sebanyak 1.888 hektre. Sementara berdasarkan data foto satelit Bappeda tahun 2016 tercatat 1.600 hektare.

Ia mengatakan, jumlah lahan pertanian di Kota Mataram dari tahun ke tahun terus menurun. Hal itu disebabkan tingginya aktivitas alih fungsi lahan. Aktivitas alih fungsi lahan hingga akhir tahun ini tercatat sekitar 41 hektare.

“Tapi, kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, alih fungsi lahan tahun ini relatif rendah karena belum adanya pengesahan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” katanya.

Perda RTRW yang belum disahkan berdampak pada berbagai izin pembangunan diberbagai bidang seperti jasa, perhotelan dan perumahan yang akan menyumbang alih fungsi lahan belum bisa teralisasi.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here