Jurus DPR Atasi Defisit Neraca Perdagangan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan RI per November 2018 lagi-lagi defisit 2,05 miliar dolar AS.

Indonesiainside.id, Jakarta — Guna menyehatkan neraca perdagangan, DPR mendorong pemerintah untuk lebih berani mengendalikan impor sejumlah produk elektronik, alas kaki, tas dan koper hingga peralatan rumah tangga dan peralatan kantor. Demikian dikatakan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dalam refleksi akhir tahun Parlemen di Senayan, Jakarta, Selasa (18/12).

“Neraca perdagangan berpotensi mencatatkan surplus pada akhir 2018 berkat turunnya harga minyak dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan produk migas dan bahan pangan, impor produk elektronik, alas kaki hingga peralatan rumah tangga dan kantor tercatat sebagai kontributor terbesar dari total nilai impor sejak tahun 2017.

Padahal, sebagian dari produk tersebut sudah dibuat di dalam negeri. Karenanya, produk-produk impor tersebut patut dibebankan pajak penghasilan (PPh) pasal 22 yang lebih besar dari yang ditetapkan sekarang.

“Langkah-langkah pengendalian impor yang lebih berani sangat diperlukan guna mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan,” katanya.

Dengan turunnya harga minyak, neraca perdagangan berpotensi surplus pada akhir 2018, dengan catatan Jika impor produk lain bisa lebih dikendalikan. Seperti diketahui, harga minyak turun sejak pekan ketiga November 2018.

(Ahmad Z.R)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here