Langgar Mandatori B20, 11 Perusahaan Didenda Rp 360 Miliar

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah mengantongi daftar 11 badan usaha yang tak patuh menjalankan kebijakan mandatori B20. Ke-11 badan usaha tersebut terancam denda akumulasi sekitar Rp 360 miliar.

Indonesiainside.id, Jakarta — Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto, menguraikan badan usaha itu terdiri dari dua Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BUBBM) dan sisanya Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN). Salah satu dari dua BUBBM itu adalah Pertamina.

“11 perusahaan, 2 BUBBM salah satunya Pertamina,” kata Djoko di kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
Ia mengatakan, surat denda kepada badan usaha itu dikirim kepada badan usaha pada hari ini karena sudah diteken sejak akhir pekan lalu. Djoko memberi waktu kepada para badan usaha itu untuk untuk merespons setidaknya memberi waktu seminggu.

“Ya seminggu lah, (selain Pertamina) yang lain enggak ingat perusahaannya,” katanya.

Ia juga menyebutkan, akumulasi denda dari 11 Badan Usaha yang tidak menyalurkan kewajiban biodiesel itu mencapai Rp360 miliar. Seperti diketahui, dalam aturan Menteri ESDM, badan usaha yang tidak mencampur 20 persen BBN ke BBM dikenakan denda Rp6.000 per liter. “(Akumulasi denda) Rp360 miliar-an kalau tidak salah,” katanya.

Program B20 adalah program pemerintah untuk mewajibkan pencampuran 20% biodiesel dengan 80% bahan bakar minyak jenis solar. Regulasi yang mengatur tentang pentahapan mandatori program B20 adalah Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 12 tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 32 tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain.(*/dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here