Perlambatan Ekonomi China Ganggu Neraca Dagang RI

Perlambatan ekonomi China menjadi salah satu faktor penyebab defisit neraca perdagangan Indonesia yang pada November 2018 tercatat paling parah selama tahun ini. Perlambatan ekonomi China memicu penurunan impor bahan baku asal Indonesia.

Indonesiainside.id, Jakarta — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai kondisi defisit neraca perdagangan RI pada November 2018 disebabkan oleh kinerja ekspor yang kurang baik. Banyak tantangan eksternal yang dihadapi Indonesia untuk menggenjot kinerja ekspor dan mengatasi defisit neraca perdagangan.
“Beberapa komoditas Indonesia, maupun pasar tempat Indonesia untuk mengekspor harus dilihat hati-hati karena pertumbuhan ekonomi China dalam adjustment,” jelas Sri Mulyani, kemarin.

Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi China diprediksi kian melambat hingga akhir tahun, sehingga ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu itu pun tak bisa optimal. Data BPS menunjukkan, ekspor Indonesia ke China pada November turun US$153,8 juta ketimbang bulan sebelumnya. Penurunan terjadi menyusul pelemahan pertumbuhan ekonomi China di kuartal III lalu yang hanya mencapai 6,5% atau melemah dibanding kuartal sebelum 6,7%.

Selain itu, saat ini China juga tengah melakukan penyesuaian kebijakan di internalnya dan kinerja industri manufakturnya masih dibayang-bayangi oleh perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Jika produksi melambat, kebutuhan bahan baku impor dari Indonesia juga kian berkurang.

Pada November 2018, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit terparah sepanjang tahun 2018 yaitu US$ 2,05 miliar. Defisit itu disebabkan karena nilai ekspor lebih rendah dibanding nilai impor.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto menjelaskan nilai ekspor pada November 2018 mencapai US$ 14,83 miliar atau turun 6,69% dibandingkan ekspor Oktober 2018. Demikian pula jika dibandingkan November 2017, angkanya turun 3,28%.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here