Dituding LSM Main Batubara, Luhut Berang

Sejumlah LSM lingkungan hidup menuding banyak elit politik masih bermain atau memegang peranan di pusaran bisnis batubara

Indonesiainside.id, Jakarta – Beberapa LSM penggiat lingkungan dan anti-korupsi mengungkap pengaruh pengusaha yang kini menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam pusaran bisnis batubara. Selain Luhut, elit politik lain juga memiliki kaitan dengan bisnis pertambangan.

Mereka antara lain Greenpeace, Auriga, JATAM, dan LSM antikorupsi ICW. “Selain menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut merupakan pemegang saham PT Toba Sejahtera. Perusahaan ini memiliki sejumlah anak perusahaan yang terlibat dalam bisnis tambang batubara dan PLTU,” kata Kepala Kampanye Iklim Greenpeace Asia Tenggara, Tata Mustasya, (19/12).

Selain Luhut, ada anggota keluarga mantan menteri yang juga pensiunan jenderal ini yang terkait kelompok bisnis tersebut. Konflik kepentingan dinilai akan meningkatkan risiko terjadinya korupsi di sektor tambang, khususnya batubara.

Pasalnya, sektor pertambangan batubara pada saat bersamaan digunakan untuk pendanaan politik. Mahalnya biaya politik di Indonesia memerlukan uang dari sektor batubara.

“Saat bersamaan sektor batubara memerlukan kemudahan-kemudahan dari elit politik,” jelasnya seperti dilansir VOA.

Indikasinya terungkap lonjakan tajam jumlah izin pertambangan yang diterbitkan sejak 2001-2010. Dari 750 izin menjadi 10 ribu izin atau sekitar 13 kali lipat. Kenaikan jumlah izin dan subsidi negara yang besar menarik banyak elit politik dan pengusaha dengan koneksi politik ke dalam industri itu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here