Ini Penyebab Amblasnya Proyek Gubeng

Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut sempat mengalami beberapa kali perlambatan (slow down) dan pada akhirnya dihentikan oleh pemberi kerja sejak tanggal 5 november 2018.

Indonesiainside.id, Jakarta — Corporate Secretary PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk. (kode emiten: DGIK) Almanda Pohan memberikan keterangan terkait pembangunan proyek gubeng mixed use di Surabaya.

Almanda menjelaskan, NKE mendapatkan kontrak pekerjaan proyek Gubeng Mixed Use (phase 1) pada bulan Desember 2017 dengan nilai kontrak sebesar Rp 165 Miliar Rupiah (sudah termasuk PPN) dari pemberi kerja PT Saputra Karya.

“Scope pekerjaan pada phase 1 ini adalah pekerjaan struktur bangunan berupa galian basement, pekerjaan ground anchor dan pekerjaan struktur basement yang terdiri dari 4 lantai basement, 1 lantai ground floor, 9 lantai
podium dan 14 lantai tower dengan luasan total 66.960 meter persegi,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/12).

Pekerjaan bor pile dan solder pile yang dikerjakan NKE pada proyek tersebut hanya melanjutkan pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh kontraktor sebelumnya. Pekerjaan yang telah dilakukan NKE antara lain penguatan solder pile dan bor pile, penggalian dan pelaksanaan dewatering, dan pemasangan ground anchor sampai dengan layer ke-2.

“Seluruh pekerjaan yang telah dikerjakan diatas telah sesuai dengan arahan dan permintaan dari konsultan perencana PT Ketira Engineering Consultants dan diawasi langsung oleh pemberi kerja PT Saputra Karya. Adapun untuk pekerjaan ground anchor dikerjakan oleh subkontraktor yaitu PT Freyssinet Indonesia,” ungkapnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here