Orde Baru Unggul dari Segi Ekspor

Perekonomian Indonesia yang terpuruk disebabkan beberapa hal, salah satunya karena tak punya komoditas ekspor unggulan. Berbeda dengan dulu saat Orde Baru zaman Presiden Soeharto

Indonesiainside.id, Jakarta — Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier mengatakan, defisit neraca perdagangan yang terus terpuruk karena Indonesia saat ini tidak memiliki ekspor andalan. Dengan demikian pemerintah tidak bisa menahan defisit.

Ia menyebut, kondisinya semakin memperhatinkan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada November ini Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca dagang mencapai US$ 2,05 miliar, terparah sejak 2013.

“Kita tidak punya ekspor andalan, orde baru kita punya komoditas ekspor andalan dan dikawal oleh pemerintah dan itu berhasil (seperti) playwood, tekstil kita jalan. (Sekarang) Ini enggak ada,” kata Fuad di Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini menyebut, kebijakan ekonomi untuk menaikkan nilai ekspor serta valuta asing tidak dijalankan dengan baik. Tidak dikawal seperti pada pemerintahan sebelumnya, dan akhirnya desifit neraca perdagangan tidak bisa dielakan lagi.

“Paket kebijakan ekonomi yang sudah bertumpuk itu, itu satu meningkatkan ekspor, satu valuta asing, cuma ini semua diatas kertas, diunumin sendiri gak jalan,” imbuhnya.

Selain itu, Fuad melihat kebijakan penerapan B20 atau pencampuran 20% minyak sawit ke solar tidak berdampak besar. Bahkan, biang kerok defisit dagang saat ini paling besar disumbamg sektor migas. Dimana impor migas per November masih bengkak dan menyumbang defisit US$ 1,5 miliar.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here