Proteksionisme Negara Maju Hambat Pertumbuhan Industri di 2019

Semua negara sekarang melakukan proteksi. Amerika Serikat memulainya dengan Trump policy. Akhirnya semua negara melakukan proteksi. Ini mempersulit ruang gerak industri nasional di 2019.

Indonesiainside.id, Jakarta — Kementerian Perindustrian membidik pertumbuhan industri 5,4 persen pada 2019, di mana target tersebut lebih rendah dibandingkan dengan target pertumbuhan industri pada 2018 yakni 5,6 persen.

“Kita melihat outlook ke depan itu sinkronisasi dan harmonisasi dibutuhkan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menggelar konferensi pers di Jakarta.

Adapun lima sektor industri yang diproyeksi menjadi pendorong pertumbuhan indsutri pada 2019, menurut Menperin, yakni industri makanan dan minuman yang diproyeksi tumbuh 9,86 persen dan industri mesin 7 persen.

Selain itu, industri tekstil dan pakaian jadi diprediksi tumbuh 5,61 persen, industri kulit barang dari kulit dan alas kaki sebesar 5,40 persen dan industri barang logam, komputer dan barang elektronik sebesar 3,81 persen.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar menyampaikan bahwa target pertumbuhan industri 2019 menyesuaikan dengan kondisi perekonomian global, di mana berbagai negara tengah berupaya memproteksi pasarnya.

“Semua negara sekarang melakukan proteksi, hampir semua negara. Amerika Serikat yang memulainya dengan Trump policy nya. Akhirnya semua negara melakukan proteksi. Ini kan mempersulit ruang gerak,” ujar Haris.

Oleh karena itu, lanjut Haris, Indonesia dalam hal ini menggenjot kemitraan ekonomi secara bilateral atau dengan sekelompok negara saja.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here