BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Tetap Melemah

Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menahan tingkat suku bunga acuan di level 6 persen dinilai kurang kuat menahan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kurs rupiah berada di level Rp14.499 per dolar AS hingga kemarin, melemah 119 poin atau 0,83 persen dari kurs hari sebelumnya di level Rp14.380.

Indonesiainside.id, Jakarta — Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia atau AAEI, Reza Priyambada, mengatakan pasca diumumkannya kenaikan suku bunga The Fed, laju rupiah cenderung berbalik melemah. Adanya RDG-BI yang menyampaikan tingkat suku bunga acuan tetap dipertahankan di level 6 persen, menjadi kurang kuat menahan pelemahan tersebut.

Padahal pergerakan dolar cenderung melemah dengan adanya keputuan The Fed tersebut, karena adanya kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed dinilai tidak membawa perubahan yang positif bagi perkembangan ekonomi AS. Perekonomian negeri paman sam itu pun cenderung melambat.

“Ditambah lagi masih adanya potensi perang dagang antara AS dan Tiongkok, yang telah melemahkan perkembangan industri manufaktur di antara keduanya,” kata Reza di Jakarta, Jumat (21/12).

Sementara itu, adanya berbagai sentimen positif lain seperti misalnya perkiraan OJK terkait membaiknya pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan di 2019, hingga perkembangan ekspansi perbankan yang mengarah ke digital terkini, tampaknya kurang kuat mengangkat rupiah.

“Prediksinya diperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran 14.504-14.489. Pergerakan Rupiah masih berada di sekitar area middle bollinger band dan cenderung mencoba bertahan dari potensi pelemahannya,” kata Reza.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here