LIPI: Perubahan Landskap Perdagangan Global Guncang Perekonomian Domestik

Kenaikan suku bunga Amerika Serikat dinilai cukup memberikan tekanan kepada perekonomian Indonesia, antara lain terkait depresiasi nilai tukar rupiah dan defisit neraca perdagangan RI.

Indonesiainside.id, Jakarta — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengingatkan pemerintah dan seluruh stakeholders untuk mewaspadai perubahan landskap perdagangan global yang dapat mengguncang perekonomian domestik. Karena itu, LIPI menginginkan berbagai pihak terkait dapat menjaga momentum pembangunan ekonomi di tengah-tengah Pemilu 2019 serta dinamika perekonomian global yang tidak menentu.

“Keterkaitan global dalam perekonomian, perubahan lanskap perdagangan global dan pergerakan modal serta keuangan dapat memberikan goncangan terhadap perekonomian domestik,” kata Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Agus Eko Nugroho di Jakarta, Kamis.

Apalagi, menurut dia, kenaikan suku bunga Amerika Serikat dinilai cukup memberikan tekanan kepada perekonomian Indonesia, antara lain terkait depresiasi nilai tukar rupiah dan defisit neraca perdagangan RI. Dia juga berpendapat pesta demokrasi pada tahun 2019 juga akan meningkatkan tensi politik, serta diprediksi dapat memberikan implikasi kebijakan seperti tendensi kuatnya kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi.

Mencermati pentingnya tahun 2019 dalam tataran kenegaraan, ujar dia, maka prediksi perekonomian nasional 2019 diharapkan bisa tumbuh cukup optimistis dibanding 2018 dengan asumsi ketidakpastian global membaik dan tensi politik terkendali.

Meski demikian, defisit neraca perdagangan yang terus memburuk perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Pengamat ekonomi Faisal Basri mengungkapkan kinerja buruk neraca perdagangan sampai November 2018 menjadi sejarah baru bagi Indonesia. “Tidak pernah terjadi defisit perdagangan US$ 7,5 miliar. Ini sejarah baru,” kata Faisal.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here