Batubara Habis 40 Tahun Lagi, DPR Dorong Penggunaan EBT

Pasokan batubara diperkirakan habis 40 tahun lagi. Karena itu, Komisi VII DPR mendorong pemerintah untuk memanfaatkan energi baru dan terbarukan.

Indonesiainside.id, Jakarta — Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi menginginkan semakin banyak industri di Tanah Air yang beralih menggunakan EBT sebagai sumber tenaga bagi operasi produksi mereka.

“Kami sangat mendorong EBT terutama geothermal, tenaga angin dan biogas untuk diproduksi secara masif, agar Indonesia ini bisa bersih,” kata Kurtubi di Jakarta, Selasa (25/12).

Menurut dia, saat ini juga sudah didorong adanya kemungkinan untuk menggunakan tenaga nuklir sebagai upaya menghilangkan ketergantungan antara lain terhadap penggunaan batubara.

Apalagi, lanjutnya, batubara diperkirakan dapat habis pasokannya dalam jangka waktu sekitar 40 tahun ke depan.

Kurtubi berpendapat kalangan industri dapat memikirkan untuk beralih ke energi baru terbarukan (EBT) terutama geothermal atau panas bumi.

Komisi VII DPR pada saat ini gencar mempromosikan geothermal sebagai energi alternatif, karena selain untuk menggantikan energi fosil, geothermal di Indonesia memiliki potensi paling besar di dunia untuk dikembangkan.

“Apabila ini berjalan baik maka keuntungan yang paling mendasar adalah polusi di Indonesia akan berkurang,” ucapnya.
Namun, ia juga mengakui bahwa beban biaya yang relatif mahal masih menjadi tantangan untuk mengembangkan EBT secara maksimal.

Sebelumnya, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Dharma menegaskan upaya pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang dilakukan pemerintah wajib didukung seluruh pihak mengingat Indonesia memiliki seluruh subsektor EBT, yakni air, bayu (angin), geotermal, surya, bioenergi dan laut.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here