KSPI: Target Pemerintah Ciptakan 2 Juta Lapangan Kerja Belum Terwujud

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) menilai pemerintah belum mampu mewujudkan target penciptaan lapangan kerja sebanyak 2 juta orang per tahun. Padahal, masalah ketersediaan lapangan pekerjaan menjadi persoalan utama saat ini.

Indonesiainside.id, Jakarta — “Klaim pemerintah yang menyatakan bahwa tenaga kerja terserap sesuai dengan target yaitu 10 juta dalam lima tahun atau 2 juta per tahun, menurut SP adalah tidak benar,” kata Ketua Umum KSPI Said Iqbal, di Jakarta, Rabu (26/12).

Menurut dia, klaim pemerintah dinilai tidak benar karena pemerintah selama ini mengacu pada definisi penyerapan tenaga kerja dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa orang yang bekerja satu jam dalam satu pekan termasuk kategori pekerja.

“Definisi itu akan terkorelasi dengan klaim pemerintah bahwa sudah tercapai penyerapan lapangan pekerjaan baru sebesar 2 juta per tahun. Temuan kami di lapangan itu membohongi rakyat, membohongi data dalam penyajiannya,” tegas dia.

“Yang paling kasar mata, driver Gojek atau Grab. Penghasilannya rata-rata sekarang mereka di bawah Rp 2 juta. Jumlahnya sekarang ratusan ribu, bahkan kalau digabungkan hampir 1 juta. Itu klaim pemerintah masuk dalam definisi orang bekerja. Padahal, pendapatannya di bawah 2 juta,” ucapnya.

Dia melanjutkan, fakta tersebut menunjukkan bahwa pemerintah gagal menyediakan lapangan pekerjaan untuk rakyat. “Menurut serikat buruh, pemerintah gagal dan memanipulasi tentang definisi data orang yang bekerja,” tandasnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here