IHSG Terpengaruh Sentimen Global

Sesuatu yang negatif tentunya akan direspon negatif. Adanya rilis bertuliskan penurunan, depresiasi, lebih rendah, tidak lebih tinggi, di bawah, dan sejenis lainnya tentunya akan direspon negatif. Pelaku pasar pun tampaknya tanpa mencerna lebih detil langsung bereaksi sehingga berpengaruh pada kondisi IHSG.

Indonesiainside.id, Jakarta — Senior Advisor CSA Research Institute Reza Priyambada menjelaskan, pergerakan IHSG sepanjang tahun 2018 tidak dipungkiri terimbas oleh berbagai sentimen, baik dari dalam maupun global. Akan tetapi, tampaknya IHSG lebih banyak terpengaruh oleh sentimen global.

Hingga akhir November 2018, IHSG justru tercatat turun sebanyak 4,71 persen secara YoY. Sentimen dari global, terutama dari AS mempengaruhi seluruh bursa saham global. Tak terkecuali IHSG yang turut terpengaruh sentimen global tersebut. Beberapa sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan IHSG.

Keputusan The Fed yang telah menaikan suku bunga acuannya, berbagai komentar maupun cuitan twitter Presiden Trump dalam menanggapi pemerintahan maupun kondisi ekonomi AS, masih adanya potensi perang dagang antara AS dan Tiongkok, hingga kondisi di Uni Eropa.

Sementara, kondisi di dalam negeri relatif masih terjaga atau dalam arti tidaklah terlalu buruk meski juga dibarengi dengan rilis negatif dari tercatatnya defisit neraca pembayaran dan perdagangan hingga melemahnya nilai tukar Rupiah. Adapun berbagai kondisi internal tersebut dapat dikatakan merupakan imbas dari global.

Reza mengatakan, imbas dari global tersebut mempengaruhi pergerakan dari nilai tukar Rupiah yang berujung pada pelemahan. Selain itu, banyaknya komentar negatif terkait dengan pengelolaan ekonomi Indonesia dimana masih terdapat defisit neraca dan penambahan utang turut mempengaruhi pergerakan IHSG.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here