Regulasi Mobil Listrik Molor hingga 2019

Pemerintah masih belum satu suara untuk melahirkan regulasi terkait mobil listrik. Padahal, usulan regulasi itu sudah diperjuangkan oleh Kementerian Perindustrian.

Indonesiainside.id, Jakarta — Target pemerintah untuk menerbitkan regulasi mobil listrik tampaknya belum bisa terwujud di 2018. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang menjadi inisiator regulasi tersebut sejak awal 2018 mesti menunda hal tersebut karena belum diputuskan secara resmi.

“Jadi ditunda sampai tahun depan, tanya sama Pak Menko (Maritim) Luhut (Binsar Panjaitan) itu,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartato di Jakarta, Kamis (27/12).

Padahal, Airlangga menyebut mobil listrik dinilai mampu menghemat energi hingga 80% dibandingkan mobil konvensional yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Ini merupakan hasil studi dan riset yang didorong Kementerian Perindustrian dengan menggandeng Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta kalangan industri otomotif.

Dengan penggunaan mobil listrik ini, BBM bisa dihemat hingga dua kali lipat dibanding saat memakai bahan bakar campuran antara biodiesel dan solar atau B20. “Kalau program B20 saja sudah bisa menghemat sekitar 6 juta kiloliter BBM, maka dengan hybrid atau plug-in hybrid akan ada dua kali penghematan,” tuturnya. (*/dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here