Ketidakpastian Ekonomi Global di 2019 Perlu Diantisipasi

Jika penyesuaian tidak segera dilakukan, Indonesia justru akan terlihat konyol karena ketidakpastian ekonomi global itu dipastikan akan menghadirkan beberapa dampak, yang langsung maupun tak langsung.

Indonesiainside.id, Jakarta — Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menginginkan pemerintah dapat mengambil kebijakan untuk mengantisipasi fenomena ketidakpastian perekonomian global yang berpotensi terjadi tahun depan.

“Ketidakpastian perekonomian global sepanjang tahun 2018 masih akan berlanjut di tahun 2019. Penyesuaian kebijakan oleh pemerintah Indonesia menjadi sebuah keharusan,” kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Jumat.

Dia berpendapat bahwa sepanjang tahun 2018, Indonesia bersama banyak negara lain sedang menghadapi potensi ketidakseimbangan baru akibat kebijakan pengetatan moneter di negara maju, serta perang dagang AS versus China.

Selain itu, ujar dia, sikap kurang bersahabat Presiden AS Donald Trump terhadap Organisasi Perdagangan Sedunia (WTO) turut berperan dalam keseimbangan perekonomian global.

Di sisi lain, langkah bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) menaikkan Fed Fund Rate (FFR) berdampak pada depresiasi rupiah.

Politisi Partai Golkar itu menyampaikan, untuk mereduksi ekses dari ketidakseimbangan baru itu, Indonesia memang harus melakukan penyesuaian kebijakan ekonomi, salah satunya adalah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi enam persen.

Bambang menyatakan, DPR RI mengapresiasi pemerintah yang telah menginisiasi langkah pertama dari upaya penyesuaian kebijakan itu, dengan menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) impor atau PPh pasal 22 atas 1.147 komoditas atau produk.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here