Suhendra: Klaim Keberhasilan Pemerintah Tidak Terbukti

Presiden Joko Widodo meninjau ruas jalan Trans Jawa di Interchange Bandar kilometer 671, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/12). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/hp.

Menurut dia, pembangunan seluruh proyek infrastruktur dalam 4 tahun terakhir termasuk jalan tol Trans Jawa, terkesan terburu-buru dan dikebut untuk kepentingan kampanye.

Indonesiainside.id, Jakarta — Bagian talut jalan tol Trans Jawa di kilometer 489 yang longsor di Desa Tanjungsari Kecamatan Banyudono Boyolali, hanya beberapa hari setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, mendapat sorotan dari mantan Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum, Suhendra Ratu Prawiranegara.

“Klaim pemerintah berhasil membangun tol Trans Jawa tidak terbukti. Buktinya baru diresmikan beberapa hari, sudah ambrol. Bukan prestasi namanya. Pembangunan infrastruktur harus berkelanjutan. Sayang kan, sudah uang hasil utang, tapi produk pembangunannya tidak berkelanjutan,” kata Suhendra di Jakarta, Kamis (27/12).

Lebih lanjut, ia menjelaskan posisi jalan tol tersebut lebih tinggi dari areal persawahan di kanan dan kirinya, sekitar 5 meter. Kerusakan serupa diduga bisa terjadi di lokasi lain. Karenanya, pemerintah harus melakukan audit total terhadap pembangunan jalan tol Trans Jawa.

“Harus ada audit total terhadap pembangunan jalan tol Trans Jawa. Ini menyangkut keselamatan masyarakat pengguna jalan tol. Jangan sampai keselamatan mereka dikorbankan gara-gara proyek kejar tayang ini,” kata Suhendra.

Menurut dia, pembangunan seluruh proyek infrastruktur dalam 4 tahun terakhir termasuk jalan tol Trans Jawa, terkesan terburu-buru dan dikebut untuk kepentingan kampanye.

Hal itu tersirat saat Presiden Joko Widodo memberi tenggat waktu kepada jajaran menterinya agar menyelesaikan seluruh proyek pembangunan infrastruktur sebelum bulan April tahun 2019.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here