Pengamat Transportasi: Kecepatan Bukan Tolak Ukur Keberhasilan

Di samping itu, perlunya ada edukasi terhadap pengemudi khusus angkutan barang dan penumpang. Jalan tol Trans Jawa yang nyaman dapat mengakibatkan kefatalan berlalu lintas. Kecenderungan mengemudi monoton jarak jauh menyebabkan micro sleep. Micro sleep terjadi antara 4 hingga 5 detik yang bila terjadi kecelakaan bisa membuat fatal. Ketika jalan lancar keselamatan kendaraan tidak terjamin, maka kecelakaan pasti fatal. Program kampanye micro sleep di segala sektor kehidupan lebih digalakkan lagi demi kesematan berlalu lintas.

“Oleh sebab itu, perlu ada variasi mengemudi, setelah dua hingga tiga jam pengemudi harus istirahat di rest area untuk sekedar memejamkan mata sejenak. Atau keluar dari jalan tol beralih ke jalan non tol untuk variasi mengemudi kendaraan. Memang untuk di jalan non tol kecepatan jangan lebih 80 km per jam dan harus lebih berhati-hati,” ungkapnya.

Menurut dia, tingkat gangguan lalu lintas lebih banyak dibanding berada di jalan tol terasa kurang nyaman, seperti pesepeda motor yang tiba-tiba menyalip, pesepeda motor dan pejalan kaki yang seenaknya menyeberang dari jalan-jalan lokal sepanjang jalan arteri itu tanpa melihat ada kendaraan yang melintas, sehingga perlu kewaspadaan. Lampu lalu lintas (traffic light) di persimpangan jalan non tol (arteri) sudah tidak diindahkan lagi.

“Beda halnya dengan mengemudi di jalan tol yang tidak ada sepeda motor dan pejalan kaki. Setelah beroperasi jalan Tol Trans Jawa, sekarang ini ada kecenderungan jalan non tol menjadi lebih lengang. Volume kendaraan yang melintas sudah berbagi. Saat mudik lebaran, jalan non tol dipadati lalu lalang sepeda motor,” katanya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here