Fadli Zon: Janji Swasembada Pangan Gagal

Aktivitas pedagang di Pasar Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad.

Sebagai negara agraris, orientasi pembangunan mestinya kemakmuran petani. Kegairahan produksi, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi, harus didesain sebagai konsekuensi adanya rangsangan insentif bagi petani.

Indonesiainside.id, Jakarta — Sebagai negara agraris, kebijakan bidang pertanian tak memiliki konsep dan konsistensi yang jelas. Itu sebabnya isu-isu pertanian di Indonesia masih tetap didominasi oleh wacana subsistensi, seperti ketahanan pangan dan sejenisnya. Janji untuk swasembada pangan tak tercapai, impor semakin dominan terutama untuk beras, gula, jagung, sampai garam. Demikian poin catatan akhir tahun bidang pertanian oleh Ketua Umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Fadli Zon, yang juga Wakil Ketua DPR RI.

“Secara garis besar, menurut saya ada dua masalah yang membuat kenapa sektor pertanian kita terus-menerus terbelenggu, tak mencapai banyak kemajuan. Pertama adalah soal konsep. Dan kedua adalah soal konsistensi. Terkait dengan konsep, kita tak pernah memiliki desain kebijakan pembangunan pertanian yang komprehensif. Padahal, pertanian adalah tulang punggung negara kita, karena sebagian besar rakyat kita bekerja di sektor ini. Jika kita gagal merumuskan konsep kebijakan yang tepat, maka negara ini bisa ambruk,” ujarnya di Jakarta, Senin (31/12).

“Namun, di sisi lain, konsep yang bagus saja tak cukup. Meskipun kita punya konsep bagus, misalnya, tapi jika tidak diimplementasikan secara konsisten, juga tak akan ada hasilnya. Itu sebabnya, menurut saya, konsep dan konsistensi adalah kata kunci keberhasilan. Ini yang saya lihat tidak ada dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo,” imbuhnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here