Pengamat: Jangan Korbankan IKM demi Relaksasi DNI

Terjadi dilema di satu sisi revisi peraturan DNI dilakukan karena selama ini terdapat bidang tertentu di BKPM yang tidak mampu mengundang minat modal asing, padahal di sisi lain relaksasi DNI juga menyasar sektor yang selama ini menjadi unggulan pelaku usaha kecil menengah.

Indonesiainside.id, Jakarta — Relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) diharapkan tidak mengorbankan pelaku industri kecil dalam negeri meski hal tersebut bertujuan untuk mendorong nilai investasi.

“Keinginan pemerintah untuk menarik investasi masuk tentu kita apresiasi. Tapi dalam membuat kebijakan harus juga mempertimbangkan aspek lainnya seperti persaingan industri maupun keberpihakan terhadap pelaku usaha dalam negeri,” kata Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Ainul Huda pada keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan pemerintah perlu mempertimbangkan dampak kebijakan tersebut kepada pelaku industri kecil yang terdampak oleh masuknya modal asing dan tidak hanya berorientasi pada upaya untuk meningkatkan potensi investasi.

Menurut Ainul, revisi peraturan DNI dilakukan karena selama ini terdapat bidang tertentu di BKPM yang tidak mampu mengundang minat modal asing, padahal relaksasi juga menyasar sektor yang selama ini menjadi unggulan pelaku usaha kecil menengah.

“Seperti pelaku usaha pengupasan umbi-umbian, percetakan, printing, sektor jasa survei, jajak pendapat atau penelitian pasar. Sektor-sektor itu sudah ada pelaku industrinya dan tidak juga merupakan sektor yang mendatangkan investasi besar,” katanya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here