Polemik Pemecatan Said Didu dari Posisi Komisaris Bukit Asam

said didu
Muhammad Said Didu. Foto: BUMN Track

Manajemen pemerintah dinilai tidak mempunyai nilai-nilai profesionalisme. Pihak yang mengkritisi pemerintah, kemudian langsung dicopot.

Indonesiainside.id, Jakarta — Muhammad Said Didu, mantan Sekretaris Menteri BUMN, dicopot dari posisi komisaris PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Said Didu merespons keputusan itu dengan menyatakan bahwa pemecatan itu dengan alasan dirinya sudah tidak sejalan dengan pemegang saham Dwi Warna (Menteri BUMN).

“Sesuai keputusan RUPSLB PTBA hari ini saya diberhentikan sbg Komisaris PTBA dengan alasan saya sudah TIDAK SEJALAN dg pemegang saham Dwi Warna (Menteri BUMN),” tulis Said Didu dalam akun media sosialnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso, mengkritisi pemecatan Said tersebut.

“Itulah yang kita masih sedih,” kata Priyo.

Menurut Priyo, manajemen pemerintah seperti tidak mempunyai nilai-nilai profesionalisme. Kata dia, karena Said Didu mengkritisi pemerintah, kemudian langsung dicopot.

“Ini begitu kelihatan ada pihak-pihak tertentu mengkritisi policy pemerintah, langsung kemudian dilakukan langkah-langkah pencegahan, bahkan penggeseran semacam itu,” ujar Priyo.

Sekretaris Jenderal Partai Berkarya ini menilai, pemecatan itu sebagai maladministrasi negara. Dia menjanjikan hal seperti itu tak terjadi, jika Prabowo-Sandiaga terpilih nanti.

“Ini adalah contoh maladministrasi pemerintahan yang tidak baik. Dan, ke depannya, kalau Pak Prabowo diberi mandat sebagai Presiden, yang semacam itu mau kita hindari. Mau kita pinggirkan cara-cara semacam itu,” ungkap Priyo.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan alasan pihaknya untuk mencabut Said Didu dari jajaran Komisaris PT Bukit Asam adalah karena ucapan dan pemikirannya yang tidak sejalan dengan pemegang saham perusahaan pelat merah tersebut.

Padahal, dia menegaskan, komisaris itu merupakan perwakilan pemegang saham untuk memantau dan memberikan masukan bagi jajaran direksi terhadap perkembangan perusahaannya. Sehingga dapat terus memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan perusahaan.

“Jadi banyak dalam bicara, dalam langkah Pak Said Didu enggan mewakili pemegang saham, padahal komisaris itu fungsinya menjaga, mengawasi direksi untuk menjalankan kepentingan-kepentingan saham, ya kan,” tegasnya di Jakarta, Senin 31 Desember 2018.

(*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here