Kartel Pangan Jadi Tantangan Utama di 2019

Kartel pangan harus dicegah karena merugikan konsumen dan tentunya merusak dunia usaha.

Indonesiainside.id, Jakarta — Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kurnia Toha, mengatakan, sepanjang tahun 2018, pihaknya sudah melaksanakan kewajiban dan tugas dengan cukup baik. Meski demikian, sejumlah tantangan dan tugas baru telah menanti di tahun ini, salah satunya adalah tantangan utama mencegah kartel pangan.

Kurnia mengakui, tantangan utama KPPU pada tahun 2019 yaitu memastikan harga pangan stabil, dan tentunya mencegah terjadinya kartel pangan.

“KPPU lebih fokus pada persaingan sektor pangan sedangkan Kemdag mempunyai tugas menjaga pasokan dan memantau harga. KPPU dan Kemdag sama sama berkoordinasi, namun kami lebih fokus pada pelaku usaha pangannya,” ujar Kurnia di Jakarta, belum lama ini.

Kurnia mengatakan, kartel pangan harus dicegah karena merugikan konsumen dan tentunya merusak dunia usaha.

“Sektor pangan masih menjadi prioritas KPPU sepanjang tahun 2019 karena pangan sangat sensitif. Jika harganya sudah naik maka akan menimbulkan banyak spekulasi,” jelasnya.

Selain pangan, kata Kurnia, pihaknya juga fokus pada aktivitas merger dan akuisisi. Sepanjang tahun 2017, total denda pelanggaran persaingan usaha mencapai Rp 38,2 miliar dengan pemeriksaan 23 perkara.

“KPPU akan terus memantau aktivitas ekonomi dan memastikan semuanya lancar, aman dan terkendali. Semoga di tahun baru ini, tidak ada banyak kasus dan persaingan usaha di Indonesia semakin sehat,” pungkasnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here