Fadli Zon: Utang Inalum untuk Akuisisi Freeport Berisiko

Lokasi tambang PT Freeport di Tembagapura, Papua. Foto: Antara

Utang BUMN Inalum untuk membiayai akuisisi saham Freeport dinilai berisiko karena beban kupon yang mesti dibayarkan cukup besar setiap tahun.

Indonesiainside.id, Jakarta — Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyoroti utang BUMN PT Inalum yang digunakan untuk mengakuisisi saham Freeport. Dalam proses divestasi saham PT Freeport Indonesia beberapa waktu lalu, Inalum telah menghimpun utang melalui penerbitan global bond sebesar US$ 4 miliar. Menurut Fadli, utang tersebut cukup berisiko terhadap BUMN tersebut.

“Inalum diperkirakan harus membayar beban kupon sebesar Rp 1,7 triliun setiap tahun,” katanya dalam akun media sosialnya di Jakarta, Jumat (4/1).

Fadli Zon memang dikenal cukup kritis dalam menyoroti perkembangan utang, terutama utang BUMN. Dalam catatannya, pada kurun waktu 2016 hingga 2018 jumlah utang BUMN naik 132,92 persen dari Rp2.263 triliun menjadi Rp5.271 triliun, atau naik Rp3.008 triliun.

Utang tersebut disumbang oleh BUMN sektor kelistrikan yang menyumbang Rp543 triliun, migas yang Rp522 triliun, properti dan konstruksi Rp317 triliun, telekomunikasi Rp99 triliun, transportasi 75 triliun dan BUMN sektor lain yang menyumbang utang Rp403 triliun. Peningkatan jumlah utang tersebut jauh jika dibandingkan periode 2012. Saat itu, utang BUMN hanya naik Rp824 triliun. “Itu angka (utang) besar sekali,” katanya.

Meskipun demikian kata Fadli, peningkatan jumlah utang tersebut justru berbanding terbalik dengan kinerja perusahaan pelat merah. Menurut Fadli, walau utang BUMN naik tajam tiga tahun terakhir, pendapatan BUMN hanya naik Rp326 triliun.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here