Jangan Pilih Makanan yang Mencolok Warnanya

Kepala BPOM Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan ada tiga cemaran yang bisa menyebabkan makanan tidak layak dikonsumsi karena mengandung bahan berbahaya.

Indonesiainside.id, Bali — Kata dia yang pertama adalah cemaran biologi yang bisa disebabkan buruknya higienis di sekitar makanan. Kedua cemaran fisik dimana benda-benda kecil seperti kerikil atau isi staples masuk ke dalam makanan. Ketiga makanan berbahaya akibat cemaran kimia seperti penggunaan pengawet yang dilarang atau bahan pewarna tekstil.

Ia berharap dengan menggandeng PKK, edukasi ke masyarakat bisa menjangkau hingga ke kampung dan dusun yang ada di Bali. “Harapan kami Bali bebas Rhodamin B pada tahun 2019,” kata Aryapatni.

Ancaman pangan berbahaya di Bali membuat masyarakat perlu berhati-hati dalam memilih makanan. Masyarakat diminta jangan sampai tergoda dengan warna yang mencolok namun mengandung zat berbahaya. Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster saat menjadi narasumber acara dialog bertema ‘Bebaskan Pangan dari Bahan Berbahaya’ di salah satu stasiun tv lokal, Kamis (3/1).

“Saya menghimbau kepada masyarakat kalau memilih makanan untuk dikonsumsi jangan yang warnanya menarik. Pilih yang warnanya alami,” kata istri Gubernur Bali yang punya panggilan akrab Bunda Putri ini.

(Wan/Ari/INI-Network)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here