Kisruh RS dan BPJS Kesehatan Makin Meluas

BPJS Kesehatan
Petugas melayani warga yang mendaftar kepesertaan BPJS. Foto: Dok. Dinkes

Setelah rumah sakit (RS) di Bogor keluhkan tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan, sejumlah RS di daerah lainnya menghentikan layanan kesehatan terhadap pasien BPJS Kesehatan.

Indonesiainside.id, Jakarta — Seperti diberitakan Indonesiainside.id, Kamis (3/1), hingga saat ini Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diketahui masih menunggak miliaran rupiah ke sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Bogor. Karena itu, Bupati Kabupaten Bogor, Ade Yasin, berharap BPJS Kesehatan segera melunasi kewajibannya.

Menurut Ade, tunggakan tersebut diduga menjadi salah satu faktor maraknya pengguna layanan BPJS Kesehatan tidak terlayani dengan baik di rumah sakit. Keluhan-keluhan tersebut, kata dia, datang dari para pasien yang berobat dengan jaminan BPJS Kesehatan.

Ade menyebut, pelunasan pembayaran oleh BPJS Kesehatan kepada rumah sakit dibutuhkan untuk membiayai operasional rumah sakit dalam menjalani fungsinya. Kerja sama yang baik patut dilakukan oleh BPJS Kesehatan demi kelangsungan program jaminan kesehatan terlaksana secara optimal.

Seiring dengan kondisi itu, sejumlah rumah sakit (RS) ramai-rami menghentikan layanan terhadap pasien BPJS Kesehatan. Kondisi tersebut terjadi di berbagai daerah sejak awal tahun 2019 ini. Penghentian layanan terhadap pasien BPJS Kesehatan salah satunya dilakukan RS Karya Medika II Bekasi.

“Sehubungan dengan adanya perbaikan kerja sama antara RS Karya Media II dengan Jaminan Kesehatan Nasional [JKN] (BPJS), maka dengan ini kami manajemen RS Karya Medika II menginformasikan untuk sementara waktu tidak melayani pelayanan kesehatan dengan penjaminan BPJS,” tulis Surat Pemberitahuan No 156/DIR-RSKMII/XII/18.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here