Said Didu Kritik Prestasi Menkeu Sri Mulyani

Muhammad Said Didu. Foto: Istimewa

Pengamat ekonomi yang juga mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu melontarkan kritik pedas kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait prestasi penerimaan APBN 2018 mencapai target yang baru pertama kali sejak 2011.

Indonesiainside.id, Jakarta — Menurut Said, prestasi Menkeu Sri Mulyani itu kurang tepat karena surplus penerimaan APBN sudah pernah terjadi pada 2007 dan 2008. Disebutkan Said, penerimaan negara pada 2007 sebesar 4 persen di atas target.

“Bahkan, di tahun 2008 seingat saya targetnya dinaikkan karena harga minyak naik dan saat itu terjadi krisis ekonomi tapi penerimaan 9,7 persen di atas target,” ujar Said Didu melalui akun media sosialnya di Jakarta, kemarin.

“Beberapa hari lalu, Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani menyampaikan bahwa tahun 2018 baru pertama kali sejak 2011 penerimaan APBN mencapai target dan tidak melakukan perubahan APBN. Pernyataan tersebut kurang tepat,” ujarnya menambahkan.

Said juga tidak memahami alasan Sri Mulyani hanya mengambil rentang 2011-2018 untuk menunjukkan tren penerimaan. Ia menuding Sri Mulyani sengaja menutupi data 2007 dan 2008 sehingga masyarakat menganggap tercapainya target penerimaan 2018 adalah yang pertama.

Kemudian, Said juga menilai pemerintah keliru karena tidak mengajukan perubahan APBN 2018, khususnya pada target penerimaan yang semestinya dikerek. Pasalnya, tahun lalu, harga minyak, gas, dan batu bara menanjak.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here