Kepentingan Pasien BPJS Kesehatan Harus Diutamakan

Petugas bekerja di dekat layar informasi penghentian sementara pelayanan untuk pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) karena masalah akreditasi di Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Kustati Solo, Jawa Tengah, Jumat (4/1/19). Foto: Antara.

Oleh: Ahmad Z.R

Seharusnya Rumah Sakit yang belum terakreditasi atau belum ada sertifikat akreditasi, maka dapat diberi sanksi administratif bukan putus kontrak, sehingga tetap dapat melayani pasien.

Indonesiainside.id, Jakarta — Mantan Ketua International Pharmaceutical Manufacturer Group (IPMG) Luthfi Mardiansyah turut bicara atas keputusan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memutus kerja sama dengan 92 rumah sakit pada 2019 disebabkan tidak terpenuhinya sejumlah syarat seperti akreditasi dan izin beroperasi.

“Menurut saya, beberapa RS (rumah sakit) tidak menerima lagi pasien BPJS karena kontraknya sudah diputus oleh BPJS karena mereka belum terakreditasi,” ujar Luthfi kepada Indonesiainside.id, saat dihubungi, Senin (7/1).

Meski demikian, kata Luthfi, masyarakat tidak perlu khawatir karena Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan surat rekomendasi kepada BPJS Kesehatan untuk memperpanjang kontrak dengan rumah sakit-rumah sakit yang bekerja sama.

Surat tersebut tertuang dalam Surat Menteri Kesehatan Nomor HK.03.01/Menkes/18/2019 yang dikeluarkan pada tanggal 4 Januari 2019. Melalui surat tersebut diharapkan semua rumah sakit yang sebelumnya menghentikan pelayanan terkait BPJS Kesehatan sudah mulai lagi melakukan pelayanan pada pasien JKN.

“Sebenarnya hal tersebut tidak perlu terjadi, jika Kemenkes dan BPJS tidak hanya melihat atau mempersoalkan masalah administrasi saja, tapi kepentingan pasien diutamakan,” kata Mantan Ketua IPMG (International Pharmaceutical Manufacturer Group) ini.

Luthfi menuturkan, Rumah Sakit yang belum terakreditasi atau belum ada sertifikat akreditasi, maka dapat diberi sanksi administratif bukan putus kontrak, sehingga tetap dapat melayani pasien.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here