Kebijakan Pemerintah Tidak Adil, Banyak Kontraktor Swasta Gulung Tikar

Ilustrasi infrastruktur. Foto: ist

Oleh GER

Jumlah kontraktor swasta nasional yang tergabung dalam Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) terus menyusut akibat gulung tikar.

Indonesiainside.id, Jakarta — Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara, mengatakan pemberitaan tentang gulung tikar atau collapse-nya kontraktor-kontraktor swasta berskala kecil dan menengah sudah dapat diprediksi sebelumnya. Dia menambahkan, hampir 40 ribu kontraktor kecil yang bernaung di bawah asosiasi kontraktor Gapensi mati suri dan gulung tikar.

“Ada banyak faktor yang membuat hal tersebut terjadi. Di antaranya adalah sikap pengguna jasa konstruksi dalam hal ini adalah pemerintah yang kurang tepat dan tidak berpihak kepada penyedia jasa (kontraktor) swasta. Semisal pemerintah lebih cenderung memberikan peluang yang lebih kepada kontraktor pelat merah/ BUMN,” kata Suhendra dalam keterangannya, Selasa (8/1/2018).

Hal tersebut, kata dia, terlihat jelas dengan skema proyek tahun jamak (multi years). Proyek multi years ini biasanya bernilai ratusan miliar bahkan triliunan rupiah, sehingga hanya BUMN yang cenderung dapat mengerjakan dengan berdasar pengalaman kerja dan ketersediaan peralatan.

“Ini sudah bisa dipastikan akan menutup peluang pihak swasta dalam pengerjaan pekerjaan konstruksinya. Jika memang pemerintah, khususnya Kementerian PUPR bijak, sedapat mungkin membatasi proyek-proyek tahun jamak yang nilainya sangat besar,” urainya.

Meskipun, imbuh Suhendra, Kementerian PUPR sudah membuat kebijakan, bahwa BUMN hanya boleh mengerjakan proyek yang nilainya di atas Rp100 miliar. Namun dengan skema multi years ini, tetap saja membuat BUMN berpeluang besar dengan meraih omset proyek yang cukup banyak.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here