Krusial, Impor Tumbuh Lebih Tinggi Dibanding Ekspor

Ilutrasi. Foto: Istimewa

Oleh: Andryanto S

Pernyataan menarik dilontarkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang menyebutkan sepanjang 2018, akselerasi impor lebih tinggi daripada ekspor.

Indonesiainside.id, Jakarta — Darmin mengakui hal tersebut menjadi masalah krusial pemerintah yang harus diselesaikan.

“Kita tahu bahwa impor kita meningkat dengan cepat, ekspor meningkat juga tapi lebih lama. Ini krusial untuk diselesaikan,” kata Darmin dalam diskusi outlook perekonomian Indonesia 2019 di Jakarta, Selasa (8/1).

Menurut Darmin, basis industri dalam negeri harus ditingkatkan sehingga mampu merespons dinamika ekonomi global yang bergejolak. Sejak krisis mendera Asia beberapa waktu lalu, Darmin mengatakan peningkatan industri dalam negeri belum signifikan.

Sementara untuk jangka menengah, Darmin mengatakan pemerintah sudah membangun banyak infrastruktur dan menyiapkan pengembangan kualitas manusia.

Ke depan, darmin berharap untuk jangka pendek daya saing bisa ditingkatkan untuk mendukung perekonomian secara menyeluruh.

“Ada hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi ekspor jangka pendek, sehingga menjawab kelemahan defisit transaksi berjalan (CAD),” tuturnya.

Pada November 2018, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit terparah sepanjang tahun lalu yaitu US$ 2,05 miliar. Defisit itu disebabkan karena nilai ekspor lebih rendah dibanding nilai impor.

Nilai ekspor pada November 2018 mencapai US$ 14,83 miliar atau turun 6,69% dibandingkan ekspor Oktober 2018. Demikian pula jika dibandingkan November 2017, angkanya turun 3,28%.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here