Pengusaha Mulai Kritik Pembangunan Infrastruktur Pemerintah

Konstruksi jalan tol. Foto: Antara.

Oleh: Andryanto S

Pembangunan infrastruktur terlalu didominasi oleh BUMN. Selain, proyek-proyek infrastruktur yang saat ini dikerjakan pemerintah dinilai bersifat fast track alias kejar target, tanpa memenuhi kajian yang berkualitas.

Indonesiainside.id, Jakarta — Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa menilai porsi BUMN di proyek infrastruktur sudah terlalu dominan. Saat itu, Jokowi pernah menyampaikan bahwa proyek-proyek yang diberikan ke BUMN adalah proyek yang memiliki kelayakan (feasibility) yang rendah. Namun, sebetulnya banyak proyek infrastruktur lain yang memiliki tingkat keekonomian mumpuni yang bisa digarap swasta.

Dia menilai terbatasnya keterlibatan swasta kepada proyek infrastruktur pemerintah lantaran proyek yang ditawarkan kurang layak secara bisnis. “Proyek yang menarik diambil BUMN dan yang tidak menarik diberikan ke swasta. Jadi jangan diberikan yang tulang saja tetapi dikasih juga dagingnya,” tegasnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia mengusulkan proyek yang feasible dan menarik untuk dilego kepada pihak swasta adalah proyek pembangkit listrik di Jawa dan Sumatera. Sedangkan untuk proyek jalan tol, Erwin menilai keputusan pemerintah membebankan kepada BUMN sudah tepat.

Menurut Erwin, proyek jalan tol tidak memiliki garansi dari sisi pengguna jalan, sebaliknya proyek pembangkit listrik memberikan garansi dimana produk listrik dibeli oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Di samping itu, Erwin menilai proyek-proyek infrastruktur yang saat ini dikerjakan pemerintah bersifat fast track alias kejar target. Akibatnya, beberapa proyek infrastruktur kerap kali belum memenuhi kajian yang berkualitas.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here