Korupsi Marak, Nadi Perekonomian Tak Bergerak

Oleh: Bagus Aryo Wicaksono

Maraknya praktik korupsi di Tanah Air menjadi keprihatinan semua pihak. Selain menggerogoti moral bangsa, korupsi juga bisa mengakibatkan nadi perekenomian tak bergerak signifikan.

Indonesiainside.id, Yogyakarta — Praktik korupsi tidak hanya menggerogoti moral dan menjatuhkan integritas bangsa hingga ke titik nadir. Tindak pidana luar biasa ini bahkan bisa menghentikan nadi perekonomian akibat inefisiensi. Jika korupsi masih marak, perekenomian tak bisa bergerak signifikan.

Wakil Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Ma’ruf mengatakan, selain inefisiensi, korupsi juga menumpulkan kemampuan fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Inilah yang menjadi tantangan terberat bagi perekonomian Indonesia.

“Meskipun korupsi menjadi atensi khusus, bahkan secara kelembagaan sudah lama dibentuk lembaga khusus seperti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) namun nyatanya praktik korupsi tidak menyusut. Modus operasinya pun tidak jauh berbeda dari tahun ke tahun dimana aktor utamanya tetap pada eksekutif, legislatif dan yudikatif,” kata Ma’ruf dalam diskusi ‘Outlook Indonesia 2019’ di di Graha Suara Muhammadiyah, Yogyakarta, Selasa (8/1/ 2019).

Menurut Ma’ruf, inefisiensi ekonomi yang bersumber dari praktik korupsi menjadi kanker ekonomi yang akut serta penghambat pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Meski demikian, Ma’ruf mengakui, inefisiensi ekonomi juga bisa berasal dari ketersediaan dan kualitas infrastuktur yang rendah. Selain itu, integritas birokrasi masih rendah serta sistem layanan publik tidak transparan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here