Target Pemerintah Swasembada Kedelai 2020 Dinilai Sulit Tercapai

Oleh Andryanto S dan Ahmad Z.R

Target swasembada kedelai yang dicanangkan pemerintah pada 2020 diperkirakan sulit tercapai dilihat dari angka impor yang cenderung meningkat sejak 2015.

Indonesiainside.id, Jakarta – Menurut Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arief Nugraha, target swasembada kedelai yang dicanangkan pemerintah layak dikaji ulang. Berdasarkan data BPS pada 2018, kedelai Indonesia masih belum dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mencapai lebih dari 3 juta ton per tahun.

Produksi kedelai Indonesia hanya sebesar 982.598 ton. Dengan demikian dibutuhkan impor sebanyak 2,6 juta ton untuk menutupi kekurangan produksi dalam negeri. Terlebih lagi, lahan Indonesia sebagai negara tropis tidak memungkinkan pertumbuhan kedelai yang merupakan tanaman sub-tropis dapat maksimal.

“Iklim merupakan salah satu faktor yang memengaruhi tingkat produktivitas,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (10/1).

Arief mengatakan, jumlah selisih produksi yang besar ini perlu dipertimbangkan karena masih terlalu jauh untuk melakukan swasembada. “Pemerintah juga perlu mempertimbangkan kebutuhan perajin tahun dan tempe,” tuturnya.

Selain itu, kata Arief, kedelai adalah jenis tanaman yang membutuhkan kelembapan tanah cukup dan suhu relatif tinggi untuk pertumbuhan optimal. Sedangkan, di Indonesia, curah hujan yang tinggi pada musim hujan sering berakibat tanah menjadi jenuh air.

Drainase yang buruk, lanjut dia, juga menyebabkan tanah juga menjadi kurang ideal untuk pertumbuhan kedelai. “Usaha produksi kedelai di Indonesia harus menyesuaikan dengan pola dan rotasi tanam. Hal ini disebabkan karena petani belum menilai kedelai sebagai tanaman utama,” kata Arief.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here