KPK Didesak Usut Tuntas Pemburu Rente Impor Gula

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Oleh: Ahmad Z.R

DPR mendorong KPK untuk mengusut tuntas pemburu rente yang diduga mendalangi impor gula.

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Refrizal menyoroti besarnya angka pemerintah dalam melakukan impor gula di tahun 2017-2018 yang didapat dari ekonom Faisal Basri. Dia juga mendorong KPK untuk proaktif mengusut masalah itu.

Refrizal tak menampik diduga ada motif rente dari derasnya impor pangan yang dilakukan pemerintah. Namun, ia lebih menyerahkan urusan tersebut kepada lembaga yang diberikan kewenangan oleh Negara yang ditugaskan untuk membuktikan apakah terdapat kerugian Negara dan memperkaya pihak tertentu.

“Wah (motif rente) itu sudah menjadi rahasia umum. Tapi kan saya tidak punya bukti. Silakan KPK yang memeriksa dan membuktikan jika ada motif tersebut,” tandasnya kepada Indonesiainside.id di Jakarta, kemarin.

Politisi PKS ini menilai pemerintah terlalu nafsu melakukan impor padahal neraca perdagangan Indonesia terus mengalami defisit.

“Neraca perdagangan kita sudah negatif. Impor kita lebih banyak dibandingkan ekspor,” katanya.

Di sisa beberapa bulan pemerintahan Jokowi-JK, Refrizal menyebutkan sulit bagi pemerintah untuk merealisasikan swasembada pangan. Seharusnya, kata dia, pemerintah memiliki estimasi dan rencana terukur agar dapat menghentikan kran impor sejak empat tahun silam. Namun, pemerintah lebih focus pada infrastruktur dan mengabaikan kedaulatan pangan.

“Seperti gula, kalau pemerintah terus impor, petani kan tidak semangat kerjanya. Nah, gerakan ini harusnya disadari oleh pemerintah sejak empat tahun lalu,” ujarnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here