Tarif Bagasi Pesawat Memancing Polemik

Makapai penerbangan Lion Air
Makapai penerbangan Lion Air. Foto: Istimewa

Oleh: Andryanto S

Masyarakat mengeluhkan tarif bagasi pesawat yang memicu kenaikan harga tiket untuk low cost carrier (LCC). Di sisi lain, kenaikan harga tiket LCC akan memukul sector agen perjalanan yang kebanyakan usaha kecil menengah (UKM)

Indonesiainside.id, Jakarta — Saat ini banyak masyarakat yang mengeluh soal mahalnya tiket pesawat di media sosial. Bahkan, sejumlah warga pun telah sepakat menandatangani petisi turunkan harga tiket pesawat domestik melalui situs change.org. Jumlah yang terkumpul hingga Jumat (11/1) pagi ini telah hampir terkumpul 35.000 tanda tangan.

Tidak hanya itu, Patrianef, seorang traveler domestik, mengirimkan surat terbuka kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. “Beberapa hari terakhir ini kami melihat bahwa terjadi kenaikan harga tiket pesawat yang benar benar gila-gilaan. Kenaikan harga tiket pesawat dua kali lipat dari harga biasa,” ujarnya.

Dia memberikan perbandingan, untuk rute Jakarta-Padang dengan waktu tempuh 1 jam 30 menit, harga tiket Lion Air di atas Rp 1 juta, sementara Garuda sekitar Rp 2 juta. Sedangkan untuk rute Jakarta-Singapore dengan waktu tempuh 1 jam 30 menit, Lion Air dan Air Asia sekitar Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu, sementara penerbangan full service Rp 1 jutaan.

“Kami yakin kenaikan harga tiket tersebut sangat tidak wajar karena hanya dibebankan kepada penerbangan lokal dan domestik. Kami meminta agar Bapak Menteri Perhubungan sebagai regulator meninjau lagi kenaikan tiket pesawat terbang,” ucapnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here