Pengamat: Pertumbuhan Fintech Harus Dibarengi Dengan Regulasi

Oleh: Ahmad Z.R

Perlu pengawasan khusus agar konsumen tidak dirugikan oleh perusahaan fintech.

Indonesiainside.id, Jakarta — Analisis kebijakan publik Azas Tigor Nainggolan, mengatakan perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi keuangan (financial technology/fintech) masih memiliki berbagai persoalan. Karena itu, ia meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan peran aktif dalam bentuk pengawasan.

“Perkembangan teknologi (fintech) ini kan sangat pesat ya, nah itu seharusnya diimbangi juga dengan perkembangan regulasi atau perkembangan hukum yang mengatur,” ujar Tigor kepada Indonesiainside.id di Jakarta, Sabtu (12/1).

Ia menjelaskan, regulasi tersebut juga dapat memberikan perlindungan terhadap konsumen sebagai jawaban dari keluhan yang berkembang, meski sudah ada UU Perlindungan Konsumen.

“Jadi, sudah banyak kasus konsumen fintech yang mengeluhkan namun tidak ada penyelesaian masalah secara serius. Karena itu, kehadiran pemerintah diharapkan dapat melakukan revisi terhadap (fungsi) OJK,” katanya.

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) ini melihat masih lemahnya pemerintah melakukan pengawasan terhadap regulasi yang dijalankan OJK. Sehingga, konsep fintech terkadang berubah-ubah, merugikan konsumen dan keluar dari ketentuan yang ditetapkan OJK.

“Termasuk pengaturan fee transaksi tidak ada aturan yang khusus mengatur itu. Karena ruang gerak OJK juga masih terbatas. (*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here