Rizal Ramli: Beban Imbal Hasil Utang Indonesia Cenderung Tinggi

Ilustrasi mata uang rupiah. Foto: Istimewa

Oleh: Andryanto S

Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri Rizal Ramli mengkritik kebijakan ekonomi pemerintah saat ini yang menerapkan imbal hasil utang yang relatif tinggi, sekitar 8% per tahun. Hal ini menjadi beban yang harus ditanggung pemerintah.

Indonesiainside.id, Jakarta – Rizal Ramli menilai imbal hasil utang Indonesia yang merupakan biaya yang ditanggung pemerintah relatif tinggi yaitu mencapai 8 persen per tahun. Sebagai pembanding, Rizal menyebutkan imbal hasil surat utang Vietnam hanya di kisaran 4 persen per tahun.

“Ini tidak sehat. Cepat atau lambat Indonesia akan menghadapi masalah,” ujarnya dalam Foreign Media Briefing di Prabowo-Sandi Media Center, Jakarta, kemarin.

Di sisi lain, Rizal Ramli juga mengkritik rasio pajak yang terus merosot sejak 2014 dari 13,7 persen hingga ke level 11,6 persen tahun lalu. Kebijakan reformasi birokrasi pajak yang dilakukan Jokowi juga tidak membuahkan hasil. Berdasarkan informasi dari pelaku bisnis yang diperolehnya, individu masih tetap harus ke kantor pajak. Suap oleh wajib pajak kepada petugas pajak untuk mengkompromikan besaran pajak juga disebut Rizal masih terjadi.

“Saya menyesalkan, tidak ada perubahan signifikan dalam hal operasional mereka,” ujarnya. (*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here