Waspada, Perlambatan Ekonomi China Bisa Tekan Ekspor RI

Oleh: Andryanto S |

Dua Negara yakni Mongolia dan Kepulauan Solomon mengalami penurunan ekspor secara signifikan karena 80% dari kinerja ekspor mereka ditujukan ke China.

Indonesiainside.id, Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investor Service menyatakan perlambatan ekonomi China yang berpotensi berlanjut diperkirakan menekan kinerja ekspor Indonesia pada 2019. Pasalnya, aktivitas ekonomi yang melambat akan menyusutkan permintaan impor China ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Laporan Moody’s Investor Service menyebutkan pertumbuhan China diestimasi hanya akan berada di level 6 persen pada 2019, atau menurun tajam dibanding prediksi pertumbuhan 2018 yakni 6,6 persen. Penurunan itu terimbas dari aktivitas perdagangan yang lesu akibat perang dagang dengan Amerika Serikat (AS), ditambah lagi pengetatan kredit yang berlangsung sejak 2018.

Goyahnya ekonomi akan berdampak pada lemahnya aktivitas impor komoditas ke Negeri Tirai Bambu itu, dan menghasilkan dampak langsung ke negara-negara pengekspor sektor ekstraktif seperti Indonesia. Tak hanya itu, kinerja perdagangan internasional juga akan terpukul oleh pelemahan harga komoditas.

“Australia, Indonesia, dan Malaysia terutama akan terkena dampak utama dari pelemahan permintaan China dan penurunan harga komoditas ini,” tulis Moody’s, akhir pekan lalu.

Dampak tersebut bisa semakin kentara karena China adalah mitra ekspor utama Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) antara Januari hingga November 2018 menunjukkan, ekspor ke China tercatat US$22,7 miliar atau mengambil 15,12 persen dari total pangsa pasar ekspor Indonesia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here