KSPI: Gelombang PHK Terjadi di 5 Daerah

Demo kpsi serikat pekerja indonesia. Foto: Istimewa

Oleh: Andryanto S |

Tidak ada upaya yang sungguh-sungguh untuk menyelesaikan kasus-kasus PHK yang terjadi. Jika hal ini dibiarkan, tahun 2019 hingga 2020, Said memprediksi akan semakin banyak buruh yang di PHK.

Indonesiainside.id, Jakarta — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, mengatakan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi sedikitnya di lima daerah, yakni Serang, Bogor, Subang, Purwakarta, dan DKI Jakarta.

Dia menjelaskan, di daerah Serang, Banten, PT. Alcorindo mem-PHK sekitar 600 buruh, PT RWA sekitar 660 buruh, dan PT Grand Pintalan sekitar 50 orang buruh. “Juga, ada sebuah pabrik garmen yang melakukan PHK terhadap 600 orang buruh,” ujarnya, kemarin.

Tidak hanya itu, daerah Bogor, Jawa Barat, seperti, PT. IKP tutup menyebabkan sekitar 600 orang buruh di PHK. Sementara PT. Tanashin juga dalam proses melakukan PHK, dimana 300 orang buruh terancam kehilangan pekerjaan. Serta di Jakarta, PHK juga terjadi di PT. FNG yang mengakibatkan sekitar 300 orang buruh kehilangan pekerjaan, di PT. Pasindoi sekitar 56 orang buruh.

Kemudian, PHK besar-besaran juga terjadi di Purwakarta. Tutupnya PT. OFN mengakibatkan sekitar 1.800 orang buruh di PHK, PT. Dada Indonesia menyebabkan 1300 orang buruh di PHK, dan PT. Iljunsun menyebabkan 1.400 orang buruh di PHK.

Di daerah Subang pun PT. Hanson Yeol tutup dan menyebabkan 3100 orang buruh ter-PHK. Sedangkan di Cimahi, PHK terjadi di PT. SN (Garmen) mengakibatkan 400 orang buruh kehilangan pekerjaan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here