Marwan Batubara: Impor Gula Lebih Kepada Motif Rente

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara. Foto: Ahmad Z.R.

Oleh: Ahmad Z.R |

Di tahun politik, ongkos untuk memenangkan Pileg atau Pilpres sangat besar. Benarkah impor gula secara besar-besaran ada kaitannya dengan tahun politik?

Indonesiainaide.id, Jakarta — Menurut data ekonom Faisal Basri, pemerintah akan melakukan impor gula sebesar 30.000 ton di tahun 2019. Jika benar dilakukan, angka tersebut merupakan nilai terbesar impor gula di dunia sejak 2017-2018.

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengatakan, latar belakang pemerintah melakukan impor gula besar-besaran lebih kepada motif rente. Dengan melakukan impor, uang masuk akan didapatkan sebagai insentif dari suatu transaksi.

“Nah, uang masuk ini buat siapa? Saya kira untuk yang punya kuasa (kekuasaan). Apakah nanti ke partainya atau eksekutifnya, saya yakin (impor) ini bukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tapi lebih kepada disana ada rente dan mereka memanfaatkan ini,” ujar Marwan kepada Indonesiainaide.id usai diskusi Selasa-an di Sekretariat Nasional Prabowo Sandi, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (15/1).

Marwan menuturkan, alasan pemerintah melakukan impor karena kualitas gula nasional belum bisa memenuhi kebutuhan gula industri, ada kekurangan pasokan dan tidak ada cadangan, menurut dia, alasan tersebut mengada-ngada dan tidak masuk akal.

“Namun, alasan yang sebenarnya kenapa tidak diungkapkan. Alasan (kurangnya stok gula) adalah mengada-ngada dan untuk menjustifikasi pemerintah melakukan impor. Di balik itu, ada perburuan rente,” tegasnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here