Penurunan Harga Tiket Pesawat Dituding hanya Bohong-bohongan

Ilustrasi. Foto: Imgcop

Oleh: Andryanto S |

Ekonomi Senior Indef Faisal Basri menuding penurunan harga tiket pesawat yang diumumkan oleh INACA hanya ‘bohong-bohongan’. Penurunan harga itu masih tidak menyeluruh, dan hanya segmen tertentu.

Indonesiainside.id, Jakarta — Faisal mengkritik pernyataan dari INACA yang tidak disampaikan secara gamblang. Khususnya, pihak INACA yang berkelit tidak menjelaskan penurunan tarif secara rinci.

“Turunnya (harga tiket pesawat) itu bohong-bohongan. Karena turunnya itu untuk segmen 10 sampai 30 persen penumpang,” kata Faisal di Jakarta, kemarin.

Menurut Faisal, seharusnya harga tiket pesawat rute domestik lebih murah ketimbang internasional. Apalagi, saat ini harga bahan bakar penerbangan, avtur juga turun mengikuti harga minyak dunia.

Di satu sisi, Faisal menekankan, jangan salahkan kalau banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih liburan ke luar negeri ketimbang di negeri sendiri.

“Makanya turisme terbengkalai, karena orang lebih murah liburan ke Bangkok daripada ke Manado,” jelasnya.

Faisal juga menengarai ada sistem oligopoli ketat di bisnis penerbangan Indonesia. Ia pun meminta pihak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menelusuri itu lebih lanjut.

“Harusnya ongkos di terminal domestik lebih murah dibanding ongkos terminal internasional. Karena ini oligopoli ketat, dikuasai dua atau tiga (pemain),” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum INACA I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menyebut pihaknya akan memangkas harga tiket pesawat.

“Kami beserta jajaran direktur utama airlines di sini sepakat, walaupun di tengah kesulitan maskapai yang ada, kami lebih mendengar keluhan pengguna maskapai,” ujar pria yang kerap disapa Ari dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (13/1).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here