Persaingan dan Pergeseran Pasar Guncang Sektor Ritel

Hero Supermarket. Foto: Bandung Kita

Oleh: Andryanto S |

Industri ritel di Indonesia terus mengalami tekanan. Terbukti sejumlah pemain besar terpaksa menutup toko/gerai serta merumahkan pekerja karena efisiensi.

Indonesiainside.id, Jakarta – Kabar teranyar menyebutkan PT Hero Supermarket Tbk terpaksa menutup 26 toko di Pulau Jawa dan Sumatera serta merumahkan 532 karyawan. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, persaingan usaha sektor ritel sangat ketat. Belum lagi ditambah perilaku berbelanja masyarakat yang berubah.

“Persaingan di ritel memang sangat ketat. Di samping itu perilaku pembeli sudah berubah, memang tidak bisa dipungkiri bahwa belanja e-commerce ada pengaruhnya. Semakin lama trennya semakin banyak,” kata Hariyadi di Jakarta, Senin (14/1).

Selain itu, kata Hariyadi, salah satu penyebab Hero banyak menutup tokonya pun karena perubahan pola bisnisnya. Adapun, perubahan tersebut demi mengejar efisiensi. Di mana, salah satu efisiensi adalah mengalihkan fisik ke online.

“Bisa saja kemungkinan itu. Karena kan orang pada akhirnya mencari efisiensi. Dan itu semua terjadi karena nggak bisa bertahan dalam persaingan, intinya itu,” ujar dia.

Corporate Affairs GM Hero Supermarket Tony Mampuk menyebutkan, sebanyak 26 toko Hero sudah ditutup. “Para karyawan yang terdampak telah mendapatkan hak sesuai Undang-Undang Kementerian Tenaga Kerja RI Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” ujarnya melalui siaran pers.

Ia menyebutkan, sampai kuartal III 2018, Hero Supermarket mengalami penurunan penjual sebanyak 1 persen atau senilai Rp 9.849 miliar. Sebelumnya pada 2017 sebanyak Rp 9.961 miliar.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here