Prabowo: Negara Membiarkan Kondisi Keuangan BUMN Tambah Sulit

Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno. Foto: Istimewa

Oleh: Andryanto S |

Dalam pidato kebangsaan, Prabowo mempertanyakan kebijakan pemerintah saat ini yang dinilai membiarkan kondisi keuangan BUMN bertambah sulit.

Indonesiainside.id, Jakarta – Kondisi keuangan BUMN yang bertambah sulit itu menjadi salah satu cerminan kondisi bangsa saat ini. Prabowo saat menyampaikan Pidato kebangsaan di JCC Plenary Hall, Jakarta, Senin (14/1/2019) malam, mempertanyakan inikah negara yang dicita-citakan dan diperjuangkan oleh para pendiri bangsa Indonesia? Bung Karno dan Bung Hatta?

“Negara membiarkan kondisi keuangan BUMN-BUMN utama kita dalam kondisi sulit. Garuda, pembawa bendera Indonesia, perusahaan yang lahir dalam perang kemerdekaan, rugi besar. Pertamina, perusahaan penopang pembangunan Republik Indonesia, sekarang dalam kesulitan. Demikian juga PLN, demikian Krakatau Steel. Jika pun ada BUMN yang untung, untungnya tidak seberapa,” ujarnya.

Selain itu, Prabowo juga mengomentari soal kisruh BPJS Kesehatan dan rumah sakit. “Negara yang banyak rumah sakitnya menolak pasien BPJS karena belum mendapat bayaran sekian bulan, yang rumah sakitnya terpaksa kurangi mutu layanan. Negara yang 1 dari 3 anak balitanya mengalami gagal tumbuh karena kurang protein, karena ibunya juga kurang protein, kurang gizi selama masa mengandung. Negara yang terus menambah utang untuk bayar utang, dan menambah utang untuk membayar kebutuhan rutin pemerintah yaitu membayar gaji pegawai negeri,” ujarnya.
Prabowo menyampaikan akan mengubah arah bangsa ini. Dari arah yang tidak benar, ke arah yang benar dan membela kepentingan rakyat Indonesia.

Menurut Prabowo, ini dapat dilakukan bila bangsa kokoh. Terwujud dengan swasembada pangan. Rakyat akan didorong bisa memproduksi pangan sendiri. Ini agar seluruh rakyat bisa makan.

“Tidak boleh ada yang kelaparan di Republik yang kita cintai,” kata Prabowo.

Kemudian, Prabowo dan sandi akan menciptakan negara yang kokoh dengan swasembada energi, menciptakan bahan bakar sendiri. Meski pemerintah meramalkan negara ini akan 100 persen import bahkan bakar. (*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here