Likuiditas Ketat, Perbankan Perlu Berhati-Hati Salurkan Kredit

Ilustrasi. Foto: Sejutarumah

Oleh: Andryanto S |

Dua institusi yakni Otoritas Jasa keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan likuiditas perbankan masih akan mengalami tren pengetatan tahun ini. Pasalnya, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan masih akan jauh di bawah pertumbuhan penyaluran kredit.

Indonesiainside.id, Jakarta — Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada November 2018 pertumbuhan penyaluran kredit industri perbankan sebesar 12,05 persen. Sedangkan pertumbuhan DPK hanya sebesar 7,19 persen.

Akibatnya, rasio volume kredit dengan penerimaan dana atau Loan to Deposito Rasio (LDR) perbankan mencapai 92,59 persen. Angka LDR tersebut mencerminkan kondisi likuiditas yang cukup ketat.

Oleh karena itu, LPS mengimbau kepada perbankan agar berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Utamanya, untuk bank BUKU III. Pasalnya, posisi LDR sudah melebihi 100 persen.

“Kami imbau bank agar mereka hati-hati menyalurkan kreditnya utamanya untuk beberapa sektor yang rentan dan volatil,” kata Anggota Dewan Komisioner LPS Destry Damayanti di Jakarta.

Destry menilai persaingan penghimpunan dana makin ketat ke depannya. Alasannya, masyarakat memiliki lebih banyak alternatif investasi tidak hanya di deposito.

“Jadi ke depan yang kita butuhkan adalah kreativitas bank untuk menciptakan sumber dana baru, jangan hanya tergantung DPK,” ujar Destry.

Tahun ini, LPS memperkirakan pertumbuhan penyaluran kredit mencapai 12,4 persen. Target LPS ini sejalan dengan target yang dipatok OJK yaitu di rentang 12-13 persen. Namun demikian, target pertumbuhan kredit tahun ini cenderung stagnan dibandingkan klaim pertumbuhan kredit oleh OJK tahun 2018 sebesar 12,45 persen.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here