Kemendag: 95% Pasokan Bawang Putih Masih Bergantung Impor

Pedagang mengupas kulit bawang putih di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Foto: Antara

Oleh: Andryanto S

Indonesiainside.id, Jakarta — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkap data yang cukup mencengangkan. Bagaimana tidak, menurut Kemendag, 95% pasokan bawang putih yang beredar di Indonesia masih bergantung pada impor. Artinya, produksi bawang putih di dalam negeri hanya mampu memenuhi 5 persen dari konsumsi masyarakat.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti menyatakan saat ini pasokan bawang putih impor masih mencapai 100 ribu ton. Jumlah ini semakin menipis, mengingat kebutuhan konsumsi bawang putih di masyarakat kurang lebih 30 ton per bulan.

Dengan demikian, sisa pasokan bawang putih impor diperkirakan hanya mampu mencukupi konsumsi selama tiga bulan. “Pasokannya berkurang, karena semakin ke sini semakin berkurang. Tahun 2018 sudah dikeluarkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), persetujuan impornya. Sekarang kami tunggu habis dulu,” kata Tjahya Widayanti di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, minimnya pasokan bawang putih di dalam negeri membuat harganya melonjak tinggi. Oleh sebab itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meminta para importir untuk mengeluarkan stok bawang putih di gudangnya lewat operasi pasar (OP).

Sebanyak lima importir telah menyanggupi untuk menggelontorkan pasokannya ke pasar secara bertahap. Namun demikian, Tjahya menyatakan Kemendag belum mengetahui ketersediaan bawang putih dari masing-masing importir. “Masing-masing importir tipis sekali, masih kami monitor terus berapa,” katanya.

Dengan kesanggupan importir untuk menggelontorkan bawang putih ke pasar, dia meyakinkan bahwa pasokan bawang putih akan aman hingga Lebaran 2019. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here