Agar Tidak Tertipu, Kenali Ciri-Ciri Pinjaman Online Ilegal

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa. Foto: Istimewa

Oleh: Ade Lukmono

Indonesiainside.id, Semarang Maraknya investasi abal-abal dan pinjaman online ilegal menjadi permasalahan baru yang harus diwaspadai masyarakat. Perkembangan ekonomi berbasis online menjadi pasar potensial untuk kejahatan terutama bidang investasi.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Aman Santosa memaparkan, terdapat 113 lembaga fintech yang terdaftar di OJK. Nama-nama lembaga fintech tersebut sudah tercatat di website OJK.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kominfo untuk menutup web lembaga fintech yang tidak punya iktikad untuk mendaftarkan diri ke OJK. “Gunakan jasa fintech yang sudah terdaftar di OJK. Ketika akses masuk aplikasi, biasanya akan diminta akses menuju kamera, mikrofon dan location,” paparnya, Kamis (1/8).

Aman memperingatkan agar masyarakat tidak mengizinkan akses kontak jika diminta aplikasi tersebut. Hal itu sudah menjadi salah satu tanda bahwa aplikasi pinjaman online tersebut bermasalah.

Selain itu, masyarakat diminta agar tidak tergiur dengan mudahnya melakukan pinjaman online hanya karena syaratnya yang mudah. Kemudahan dalam meminjam tersebut tentunya diimbangi dengan risiko yang tinggi pula.

“Yang terpenting hindari gali lubang tutup lubang. Meminjam di lembaga pinjaman online lain untuk melunasi pinjaman sebelumnya. Itu malah akan merugikan,” tuturnya.

Terkait tindakan intimidasi yang kerap kali dilakukan oleh pihak lembaga pinjaman online, hal itu tidsk dibenarkan oleh OJK. Fintech yang sudah terdaftar di OJK dikatakannya memiliki prosedur yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here