IHSG Rontok, Rupiah Terpental Kembali di Atas Rp 14.000/US$

Namun, anehnya investor asing justru melakukan aksi jual (net sell) saham sekitar Rp 93,46 miliar. Ada apa?
Gambar layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Antara

Oleh: Andryanto S

Indonesiainside.id, Jakarta – Menanti laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait neraca dagang pada bulan lalu, bursa saham dan kurs rupiah kompak melemah. Indeks harga saham gabungan (IHSG) meradang dengan membukukan pelemahan sebesar 105 poin (-1,65%) ke level 6.230 poin. Sementara nilai kurs rupiah terpental kembali di atas Rp 14.000 per dolar AS, seakan tak mampu terus melanjutkan penguatan di bawah level psikologis Rp 14.000 per dolar AS.

Pada Senin (16/9), tanda-tanda pelemahan IHSG mulai tampak saat dibuka melemah 72,56 poin atau -1,15% ke posisi 6.262,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 7,21 poin atau 0,73 persen menjadi 985,04.

Sentimen positif dari luar negeri seperti pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) yang menegaskan dunia masih jauh dari resesi tampaknya tak mampu mengangkat IHSG dan kurs rupiah di zona positif. Pelaku pasar masih menanti laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait neraca dagang Indonesia yang dijadwalkan dirilis siang ini.

“Pernyataan IMF dapat meredakan kekhawatiran pelaku pasar global selama ini akan ancaman krisis termasuk juga pelaku pasar di dalam negeri,” ujar Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Senin (16/9).

Selain itu, lanjutnya, perkiraan neraca perdagangan yang surplus pada Agustus dapat menambah katalis positif bagi IHSG pada perdagangan di pekan ini, sekaligus mengantarkan peluang bergerak ke zona hijau.

IMF menilai, dunia masih jauh dari resesi, meski ketegangan antara AS dan China memang membebani pertumbuhan di seluruh dunia. IMF menyatakan bahwa perang dagang membawa pelemahan bagi ekonomi global, namun hanya 0,8 persen dari “output” ekonomi dunia di 2020.

Kendati, aktivitas manufaktur lemah, sisi lain ketahanan di sektor jasa dan kepercayaan konsumen terus meningkat.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Hang Seng melemah 235,73 poin atau 0,86 persen ke 27.116,96 dan indeks Straits Times melemah 10,8 poin (0,34 persen) ke posisi 3.200,69. (*/Dry/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here